MENU

8/13/11

Review BlackBerry Playbook

Setelah diumumkan pada kuarter ke-4 akhir tahun lalu dan sempat tertunda peluncurannya. Playbook akhirnya bisa dinikmati para pengguna setia BlackBerry. Ketika tulisan ini dibuat, PlayBook memang secara resmi hanya tersedia di pasar Amerika Utara namun setidaknya Anda bisa menemukan PlayBook versi BM di pasar lokal dengan mudah. Apa saja kelebihan dan kekurangan tablet besutan RIM ini? Berikut ulasan PULSA.
Kesimpulan
BlackBerry Playbook jelas bukan sekedar perangkat yang memasuki arena pertempuran tablet tanpa membawa senjata andalan. Berbagai fitur seperti multi tasking dan browser mampu tampil maksimal dan menjadi pembeda Playbook dengan para pesaingnya.
Sayangnya fitur vital yang mendasar seperti aplikasi email, contacts juga calendar tidak tersedia secara default dan hanya bisa didapatkan setelah menghubungkan Playbook dengan smartphone BlackBerry. Sampai tulisan ini dibuat, bahkan BlackBerry Messenger juga belum tersedia di Playbook. Tapi jangan khawatir untuk yang satu ini, BlackBerry tengah menyiapkannya via BlackBerry Bridge. Jadi rasanya tak berlebihan jika PULSA menyebut Playbook sebagai pelengkap smartphone BlackBerry bukan?
Kelebihan
• Kamera dengan perekam video 1080p
• Browser kaya fitur
• Multitasking
Kekurangan
• Minim aplikasi bawaan
• Optimal setelah terhubung dengan smartphone BlackBerry

Desain

Dengan dimensi yang tak jauh beda, ukuran Playbook nyaris sama dengan Galaxy Tab. Meski begitu, rasa yang dihadirkan kedua gadget ketika digengam jelas bertolak belakang. Menurut PULSA bahan plastik yang terasa seperti karet pada bagian belakang Playbook membuatnya terasa tidak licin dan lebih nyaman untuk digunakan berlama-lama.
Beralih ke segi bentukan, sudut-sudut pada Playbook menghadirkan kesan yang tegas dan tampak lebih kaku jika dibandingkan dengan iPad.
Di sisi depan Playbook tampak layar yang dikelilingi oleh frame hitam yang berukuran cukup besar, meski tampak mengganggu namun keberadaannya bukan tanpa alasan karena sebenarnya frame ini merupakan frame sensitif sentuh yang fungsional dalam mengakses setiap menu dan akan semakin memudahkan seiring lamanya waktu penggunaan Playbook.
Pada Playbook Anda akan menemukan 4 buah tombol pada sisi atas, tombol ini masing-masing adalah tombol power dan 2 buah tombol pengatur volume yang mengapit tombol play/pause. Dalam penggunaannya PULSA lebih menggunakan layar dan touch-sensitive frame. Sementara setiap port yang Anda butuhkan bisa diakses pada sisi bawah Playbook.

BlackBerry Tablet OS oleh QNX
Berbeda dengan Apple yang menggunakan sistem operasi yang sama pada perangkat iPhone dan iPad-nya. RIM bekerjasama dengan QNX Software Systems memilih untuk mengembangkan sebuah sistem operasi khusus untuk perangkat tablet besutannya bertajuk BlackBerry Tablet OS.




Sebelum diakuisisi oleh RIM, QNX Software Systems lebih banyak menciptakan sistem operasi untuk digunakan pada kendaraan bermotor, alat medis, sistem navigasi, bahkan kendaraan tak berawak militer AS. Meski tidak terlalu berhubungan dengan industri telekomunikasi tapi jelas bidang tersebut merupakan sektor yang memerlukan tingkat presisi tinggi pada setiap perangkatnya.
Pada tampilan awalnya Anda akan menemukan user interface yang mirip dengan tampilan UI BlackBerry OS 6 dengan 4 buah tray yang terpampang bersandingan, masing-masing adalah All, Favorites, Media dan Games.
Untuk berpindah antar tray, Anda dapat menekan judul tray yang diinginkan atau menyapu layar ke kanan atau kiri. Setiap tray tersebut juga dapat Anda buka-tutup dengan menekan ikon tanda panah yang terletak pada sudut kanan tray atau menyapu dari frame bagian bawah ketengah layar.
Menu “options” dapat Anda akses dari tray All atau dengan menyapu layar dari frame bagian atas ke arah bawah atau menekan ikon option disudut kanan-atas layar ketika berada pada homescreen.
Secara default Playbook hanya disertai dengan sedikit sekali aplikasi bawaan. Bahkan RIM tidak menyertakan beberapa aplikasi vital seperti email, calendar, ataupun contacts. Untuk urusan surat elektronik Anda hanya akan melihat beberapa ikon pada menu yang nyatanya hanya berfungsi sebagai launcher atau browser shortcut.

True Multi-Tasking
Hal yang satu ini jelas menjadi keunggulan BlackBerry Playbook dibandingkan beberapa pesaingnya. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, dan bukan hanya sekedar multi-tasking seperti layaknya pada perangkat tablet atau ponsel lain.
Karena biasanya ketika Anda menjalankan sebuah aplikasi dan berpindah ke menu utama untuk menjalankan aplikasi lain biasanya aplikasi yang berjalan akan men-pause proses yang sedang berjalan namun tidak demikian ketika saat menggunakan PlayBook, apapun proses yang sedang berjalan akan tetap berlangsung meskipun Anda membuka aplikasi atau fitur lain. Dan yang lebih menarik semua proses berjalan tanpa lag sedikitpun.
Bahkan saat PULSA mencoba menjalankan beberapa aplikasi termasuk game beresolusi tinggi, NFS: Underground dan memutar video demo bawaan yang juga berformat full HD secara bersamaan, PULSA masih dapat melakukan steering pada game saat layar menampilkan jendela multitasking.
Untuk merasakan fitur ini dengan maksimal sebelumnya Anda perlu mengakses Options>General dan ubah pilihan “Application Behavior” menjadi “Showcase”.
Jendela multitasking bisa diakses dengan menyapu layar dari frame bawah ke tengah layar (seperti membuka tray pada homescreen) atau dari frame di kanan/kiri ke tengah layar.

BlackBerry Bridge
Fitur ini berfungsi untuk menghubungkan dan mensinkronisasi PlayBook dengan perangkat BlackBerry yang Anda gunakan. Setelah terhubung Anda akan mendapat satu buah tambahan tray bertajuk “BlackBerry Bridge” pada homescreen. Tray ini menampilkan beberapa ikon untuk mengakses fitur pada BlackBerry yang tersinkronisasi. Misalnya, pada fitur calendar Anda dapat mengakses berbagai appointment pada BlackBerry bahkan membuat appointment baru.
Ketika tidak berada dalam area hotspot Anda dapat menggunakan Bridge Browser, artinya untuk terhubung dengan internet Anda menggunakan jalur operator pada BlackBerry yang tersinkronisasi.
Baru setelah terhubung pada perangkat BlackBerry lain lah Anda dapat merasakan dan menggunakan fitur pada PlayBook secara maksimal. Jadi menurut PULSA, jika Anda belum memiliki perangkat smartphone BlackBerry dan berencana untuk membeli Playbook, sebaiknya tunda niat Anda tersebut.

Kamera Superior
Playbook dilengkapi 2 buah kamera, 5MP di bagian belakang dan 3MP menghadap depan. Selain merupakan kamera sekunder dengan resolusi tertinggi saat ini, fitur kamera pada PlayBook punya kelebihan lain, yaitu kedua kameranya sudah dapat merekam gambar bergerak dalam resolusi full HD (1080p).
Kedua keunggulan tersebut memang belum ditemukan pada tablet keluaran vendor lain pesaing Playbook, tapi bukan berarti fitur kamera Playbook tanpa kekurangan, karena nyatanya ada beberapa poin yang menjadi nilai minus tersendiri, misalnya tidak tersedianya flash untuk kedua kamera serta absennya fitur autofocus.
Berbicara hasil, saat keadaan pencahayaan sekitar objek foto cukup seperti diluar ruang pada siang hari, hasil jepretan Playbook terbilang baik. Namun saat keadaan pencahayaan kurang, masih terdapat noise berupa bintik-bintik halus pada hasil foto.

Uncompromised Web Browsing Experience
Keunggulan BlackBerry PlayBook juga bisa dirasakan melalui fitur browsernya. Melalui browser bawaan yang tertanam pada Playbook, Anda bisa merasakan pengalaman ber-internet layaknya ketika menggunakan desktop. Ketiga membuka sebuah situs, Anda tidak akan diarahkan secara otomatis menuju versi mobile situs tersebut.
Anda juga bisa memaksimalkan situs bermuatan Flash berkat dukungan Adobe® Flash® Player 10 yang tersedia secara default.
Untuk mengakses extra options pada browser dengan menyapu frame bagian atas kea rah bawah. Pada panel ini Anda dapat mengakses fitur multi tab, download dan options.(AnwarAburizal)
Poin Penilaian :
Desain: 8, Sistem Operasi: 8, Multi Tasking: 9, BlackBerry Bridge: 7, Kamera: 8, Browser: 9.
Spesifikasi :
Harga Baru: Rp. 6.700.000
Harga Bekas: -
Network: Tidak
Ukuran/Berat: 194 x 130 x 10 mm / 425 g
Layar: TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran layar: 600 x 1024 pixels, 7.0 inches - Multi-touch input method - Accelerometer sensor for auto-rotate
Audio Jack: 3.5mm Jack audio
Fitur Audio: Tidak
Speakerphone: Ya, with stereo speakers
Memori Internal: 64 GB storage, 1 GB RAM
Memory External: Tidak
3G: Tidak
EDGE: Tidak
GPRS: Tidak
WLAN: Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, WiMAX 802.16 e
Bluetooth: Ya, v2.1 with A2DP, EDR
Infrared: Tidak
Cable Port: Ya, microUSB v2.0
Kamera Belakang: 5 MP, 2592x1944 pixels, autofocus
Kamera Depan: Ya, 3 MP
Video Record: Ya, 1080p
OS: BlackBerry Tablet OS
CPU: 1GHz dual-core Cortex-A9 CPU, PowerVR SGX540 GPU, TI OMAP 4430 chipset
Browser: HTML
GPS: Tidak
Messaging: Email, Push Email, IM
Java: Yes, MIDP 2.1 - Micro HDMI port - Document viewer - Organizer - Adobe Flash 10.1 support - Predictive text input
Radio: Tidak
Stand by: -
Talk Time: -
Tipe Baterai: Standard battery, Li-Po 5300 mAh
Video Player: - Video player DivX/WMV/XviD/3gp
MP3 Player: - Media player MP3/WMA/AAC+
Audio Record: -
Multiple SIM Card: Tidak
TV: Tidak

1 comment: